Tepat seminggu yang lalu, hari Rabu tanggal 14 Januari 2015 pukul 16.05 WESK (Wekdal Endonesa Sisih Kilen) Pakdhe mengalami kecelakaan di Jl. Adisucipto YK, sebelah barat jembatan layang Janti, sekitar 200 meter menjelang Ambarukmo Plaza dari arah timur
Saat itu Pakdhe memancal Si Hitam dari gua hantu dengan kecepatan kurang lebih 60kpj, karena masih posisi dekat dengan Traffic Light bawah jembatan layang Janti. Namun tiba-tiba muncul penyeberang yang menyeberang secara mendadak di area putar balik. Putar balik digunakan untuk kendaraan yang searah yang kemudian memutar balik ke arah yang berlawanan, jadi bukan digunakan sebagai penyeberangan. Area putar balik ada pada jalan yang dibagi menggunakan separator permanen, seperti beton, taman ataupun pulau jalan.
Alhasil tak dapat dihindari Pakdhe menghantam motor yang menyeberang secara mendadak tersebut karena jarak sudah terlalu dekat kurang dari 5 meter, dan ndlosor lah Pakdhe beserta Si Hitam. Tak disangka ternyata tak hanya Pakdhe yang menghantam penyeberang tersebut, ada 1 pemotor lagi yang menabrak dari sisi kiri. Pakdhe terseret beserta Si hitam mencicipi panas dan kerasnya aspal di tubuh, namun tak terjadi cedera yang parah seperti patah tulang, retak ataupun terbentur.
![]() |
| Bukan si hitam, hanya mirip |
Setelah 3 hari diinapkan di rumah saudara, Pakdhe bisa memaksakan pulang menggunakan jasa pelari dari Surabaya, alias mantan Sumber Kencono yang legendaris itu.
Di luar konteks mencari siapa yang salah, alangkah baiknya kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuk semua. Bahwa kondisi jalan raya adalah kondisi yang ekstrim dan ganas, sehandal apapun kita, sekomplit apapun perlengkapan kita, keselamatan ditentukan oleh Allah SWT. Maka mari kita budayakan dari diri sendiri untuk selalu meminta perlindungan dari Yang Maha Kuasa.Poko'e Pancal Mubal
Salam Pancal Pedal, Harus Tetap Tawakal




Tidak ada komentar:
Posting Komentar