Emosi merupakan faktor yang tidak boleh kita kesampingkan. Bisa jadi sampeyan berpikir emosi adalah marah, jane itu kliru sedulur. Emosi merupakan keadaan jiwa, bisa seneng, susah, marah, dan sebagainya. Yang ditekankan di jalanan adalah kendali emosi di samping kendali kendaraan. Orang di jalanan yang sering dirasakan adalah marah, apa sebabnya? mungkin sampeyan disalip kendaraan lain, atau hampir celaka karena kendaraan lain atau bahkan menderita karena menghadapi kemacetan.
Hal-hal tersebut merupakan hal-hal yang lumrah yang kita semua rasakan di jalanan. Contohnya kalo sampeyan diserobot kendaraan lain, mesthi sampeyan marah-marah kalo perlu pengen mbbandem sing nyerobot. Pakdhe coba mengurai dari satu sisi dulu.
![]() |
| babat kanan |
| ra minggir gasruk |
![]() |
| goyang kanan kiri |
Okelah kalo kita esmosi, itu sudah maklum, tapi coba kita bayangken apakah yang nyrobot jalur tersebut tidak punya alasan tertentu dan tertawa terbahak-bahak waktu nyalip. Oh nooooooo, kalo Pakdhe rasaken waktu nyalip seperti itu jantung pasti lebih deg-deg-an, alias adrenalin terpacu kencang. Jangan dikira itu semua gampang dan menyenangkan, karena waktu tempuh adalah segalanya. Pakdhe percaya kalo bis-bis di atas tidak bakal rebutan penumpang, wong itu sudah punya agen sendiri-sendiri. Yang menjadikan mereka menggila di jalanan adalah waktu tempuh. Banyak faktor yang menghambat waktu di jalanan. Bisa kondisi jalanan yang tidak memadai, kemacetan ataupun banyaknya kendaraan overload, sehingga ketika jalanan lumayan lengang mereka harus tancap gas sebanter-banternya.
![]() |
| Offroad |
atau mungkin kita terjebak kepadatan lalu lintas seperti di atas, berapa lama waktu yang tersita padahal kita sudah mempunyai jadwal yang harus ditempuh tepat waktu
Bisa juga terjadi konpoi truk terpanjang di dunia, alias jam-jam padatnya angkutan barang. Itu juga memperlambat waktu yang harus kita tempuh. Sehingga sudah menjadi suatu hal yang umum ketika ada longgar langsung ambil kesempatan.
Yang jelas ndak masalah untuk goyang kanan tersebut asal tetap menghormati lawan arah, nyalakan sein serta bunyikan klakson untuk tanda, kalo perlu nyalakan lampu utama supaya diberi kesempatan untuk kembali ke jalur yang benar.
Adrenalin terpacu ketika memang sampeyan nyalipnya ngepres, beda lagi kalo kasus di bawah ini, di bumi sumantra, jalannya sangat lengang sehingga kita overtake saja dengan tenang hati riang kalo perlu nyanyi-nyanyi.
Overtake tidak hanya goyang kanan, bisa juga sampeyan goyang kiri, kalo kondisi yang sampeyan salip ada di sebelah kanan, walaupun itu beresiko tapi tetap dilakukan, kenapa? karena pertama kita butuh cepat, kedua ada kesempatan dan ketiga hafal kondisi setempat. Dengan tiga alasan tersebut manuver overtake menikung dari kiri pun bisa dilakukan.
di jalan tol pun yang seharusnya bahu jalan digunakan untuk darurat tetap digunakan menyalip karena tiga alasan di atas, yang jelas peran co-driver disini sangat penting mengingat co-driver sebagai pengintai dan pengukur lebar bahu jalan.
Pakdhe yakin sampeyan yang sudah sering di jalanan pasti sudah mengalami hal-hal yang diuraikan di atas, bagaimanapun juga peraturan lalu lintas sudah ada, tapi situasi dan kondisi pasti berbeda. Dan ketika tertangkap basah melakukan pelanggaran entah dengan melewati marka atau overtake dari bahu jalan ataupun buka jalur di jalur kanan, tidak berarti menghentikan perjuangan di jalanan. Ya bisa kita gambarkan senjata kita cukup selembar nilai mata uang yang kecil. Ada pepatah "Memberi lebih dimudahkan daripada diminta" pasti sedulur sudah paham apa maksudnya.
Meski semboyan "Petugas menyemprit, kafilah tetap berlalu" dilakukan pasti semua akan terhenti ketika yang menyemprit adalah makhluk berbeda seperti di bawah ini.
Pakdhe yakin jalanan pasti malah kacau karena lalu lintas dilanggar semua. Bukan karena makhluk berbeda itu tidak tegas, tetapi karena berlomba-lomba untuk ditilang. Ono-ono wae.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar